Sam Ardi Tour de Jawa Tengah: 3 Wali Bag. 1

Beberapa hari ini saya melakukan beberapa tour ke berbagai tempat, ada yang sengaja untuk napak tilas sejarah dan ada pula yang memang karena tuntutan profesi yang mengharuskan saya melakukan studi banding. Salah satu perjalanan yang lalu saya adalah ke Jawa Tengah untuk napak tilas sejarah penyebaran Islam di tanah Jawa ini. Tujuan utama kemarin adalah mengunjungi masjid Demak tempat berkumpulnya dewan 9 penyebar Islam di tanah Jawa yang dikenal dengan 9 Wali, makam Sunan Kalijaga, makam Sunan Kudus, dan makan Sunan Muria.

Perjalanan di awali dengan bertolak dari Malang sekitar jam 19.00 WIB dan langsung menuju Jawa Tengah, seperti biasa perkakas standar seperti HP, batre, kamera, dan sebagainnya sudah tertata rapi di tas cangklong yang siap mendampingi tidur dan perjalanan. Saya sendiri memang belum pernah melakukan tour ke Jawa Tengah, khususnya ke makam beberapa orang yang dikenal sebagai pendakwah ulung ini. Kira-kira pukul 04.30 saya tiba di Demak, di masjid yang dahulu kala 9 wali bersama kesultanan Demak berkumpul membahas kenegaraan.

Masjid Demak di Subuh hari

Ketika masuk ke dalam masjid Demak, ada yang memancing perhatian saya, yaitu 4 buah tiang berwarna coklat tua yang di beri nama amsing-masing tiang itu. Paling barat tiang tersebut adalah tiang Sunan Gunung Jati dan tiang Sunan Bonang, sedangkan disisi Selatan adalah tiang Sunan Ampel dan tiang Sunan Gunung Kalijaga. Khusus tiang Sunan Kalijaga ini merupakan tiang yang dibuat dari sisa-sisa kayu yang diikat oleh beliau ketika membangun masjid kekurangan tiang penyangga.

Setelah shalat subuh, saya inisiatif pribadi memasuki makam dari para sultan di Demak Bintara ini, dari sisi masjid berjalanlah ke arah utara dan anda akan menemukan papan nama arah ke makam para sultan tersebut. Tapi sebelumnya ada yang menarik perhatian saya, yaitu tempat wudhu zaman ketika masjid Demak kuno ini masih berdiri. Tempat wudhu pertama pasca berdirinya masjid Demak ini:

Tempat Wudhu Pertama

Setelah itu sayapun memaskui areal makam, ketika memasuki areal makam di sisi kiri terpampanglah soko guru atau tiang penyangga yang awal-awal masjid Demak ada:

Soko Guru

Soko Guru

Denah Masjid Demak

Dan tibalah akhirnya saya di areal makam kesultanan Demak ini, setelah masuk disisi kiri saya menjumpai makam dari Pangeran Benowo:

Pangeran Benowo

Dan inilah makam Raden Patah yang saya maksudkan:

Makam Kesultanan Demak

Raden Patah, atau dalam bahasa aslinya adalah Raden Fatah merupakan pembuka kesultanan di tanah Jawa. Ketika dilantik oleh Sunan Bonang nama lengkapnya adalah Senopati Jimbun Panebahan Palembang Khalifatullah Sayyidin Panatagama. Raden Fatah merupakan putra dari Majapahit dari selir berkewarganegaraan Campa yang oleh Brawijaya dikirim menemui Arya Damar di Palembang.

Disamping makam dari Raden Patah terdapat makam dari Pati Unus yang merupakan sultan sepeninggal Raden Patah beserta istrinya, dalam artikel selanjutnya kita akan menyusuri Kadilangu, Kudus, hingga Muria untuk napak tilas para Sunan ini. (bersambung)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s