Asmara James Bond

Judul saya diatas terisnpirasi dengan kegiatan yang tiada lain tiada bukan dari mellow ria beberapa bulan ini. Ya memang beberapa bulan ini saya pribadi sedang kenak virus malarindu stadium 4 yang telah gagal total dengan pramugari itu, tapi kali ini saya tidak akan membahas perihal dirinya, karena tentu saja saya sedang membahas tentang sisi lain kehidupan seorang agen rahasia legendaris yang telah lahir sebelum negara Indonesia berbentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Agen rahasia itu bernama James Bond.

Casino Royale versi baru

Casino Royale film

Setidaknya ada beberapa sumber dari tulisan ini, yaitu Casino Royale edisi 1960an yang merupakan plesetan dari novel sesungguhnya, serta Casino Royale yang diperankan Daniel Craig.

Casino Royale edisi komedi

Pembahasan kali ini dimulai dari sisi kemanusiaan seorang James Bond dalam novel pertama Ian Fleming yang berjudul Casino Royale. Menurut runtut penerbitan, seharusnya Casino Royalelah yang menjadi film pertama James Bond dilayar putih, tetapi saya kurang tahu mengapa pihak MGM membuat film pertama James Bond menjadi Dr. No. Dalam novel ini dikisahkan bahwasannya James Bond pertama kali dipromosikan menjadi seorang agen “00” dalam British Secret Service atau yang biasa dipanggil dengan MI-6.

Novel "Casino Royale" edisi Indonesia

Casino Royale Novel edisi Indonesia

Dalam versi bioskop tidak dijelaskan prestasi apa yang melatarbelakangi sehingga James Bond dijadikan seorang intelijen elite dalam percaturan Her Majesty’s Secret Service. Di dalam novel terjemahan Indonesia, dijelaskan perihal kenaikan pangkat dirinya:

Di tahun-tahun belakangan ini aku telah membunuh dua orang djahat. Djang pertama di New York-seorang Djepang ahli code jang berhasil menipu kita…Bond sedjenak menghisap rokoknja…Tugas jang kedua di Stockholm tidak begitu njaman. Aku harus membunuh seorang Nor jang mendjadi double agent Djerman…Dan karena pelbagai sebab tugasku itu harus kulakukan diam-diam dan setjara rahasia…Untuk dua tugas itu aku dihadiahi nomor Dubbel 0 dalam Dinas

Setelah melewati berbagai misi menegangkan, maka kepala dinas rahasia Inggris yang bernama M, memerintahkan James untuk melakukan misi meringkus seorang bankir teroris dunia yang bernama Le Chiffre di Casino Monte Carlo (dalam versi bioskop diganti menjadi Montenegro), selain ahli dalam intelijen, James Bond juga digambarkan sebagai orang yang ahli dalam bermain kartu di mejad judi:

Salah satu Dobbel 0-saja kira 007. Dia ulet dan M kira mungkin nanti ada bentrokan dengan tukang tembak Le Chiffre. Orang kita ini pandai main kartu dan berpengalaman dua tahun disekitar Casino Monte Carlo dimana sebelum perang, waktu ada ada team Rumanija main tjurang dengan tinta tak terlihat dan katjamata hitam.

Dalam misinya mengalahkan Le Chiffre di casino itu, dirinya dibantu oleh agen yang bernama Mathis, dari Mathis inilah kisah cinta James Bond bersama seorang wanita bernama Vesper Lynd dimulai. Di dalam novel Ia Fleming digambarkan bagaimana perangai dari Vesper Lynd ini:

Mathis datang dengan bersama gadis berambut hitam jang langsing…muka gadis itu diam dan dingin sadja tampaknja, tanpa senjum…

Singkat cerita setelah berbagai misi dengan meringkus Le Chiffre atas bantuan Felix Leiter seorang agen CIA, maka James Bond memerlukan recovery di rumah sakit. Di dalam keseharian di rumah sakit tersebut, James merasa rindu akan sosok Vesper, yang ada di dalam benaknya adalah selalu ingin dekat dengan Vesper, dan setiap hari Vesper menjenguk Bond untuk memberikan rangkaian cinta yang dituangkan dalam bentuk bunga, walaupun berbeda sekali dengan tipikal Bond yang tidak menyukai bunga. Sejak malam pertama bertemu Vesper di Hermitage pertama kalinya, Bond sudah merasakan ketertarikan dengan gadis itu, dengan kata lain inilah pertama kalinya James Bond dalam petualangannya merasakan jatuh cinta dengan seorang wanita. Sifat manusiawi seorang Bond ditunjukan dengan gaya berpikir dan merasakan akan sentuhan cinta dalam dirinya yang memaksa dia untuk menjadi motivasi recovery di rumah sakit tersebut.

Di dalam novel Ian Fleming disebutkan tentang “keminderan” James Bond atas diri seorang wanita bernama Vesper Lynd:

Tapi sekarang ia takut melihat atau bertemu dengan Vesper. Takut bahwa perasaanja dan tubuhnja tidak akan bereaksi terhadap ketjantikannja. Takut bahwa padanja tidak akan timbul hasrat dan bahwa darahnja akan tetap dingin…Bond melihat padanja penuh sajang. Seperti djuga semua orang laki-laki jang kedjam dan kasar, iapun lekas sadja berobah medjadi sentimentil. Vesper tjantik sekali dan Bond merasakan suatu kehangatan melihatnja.

Setelah melalui proses yang rumit dan berbelit, akhirnya Bond merasa sehat dan fit (tentunya berkat ada Vesper di sisinya yang selalu menemani). Sebagai lelaki normal, tentunya Bond memiliki rasa ingin memiliki terhadap Vesper lahir dan bathin. Maka puncaknya Bondpun melamar Vesper untuk dinikahi, dan James sebagai manusia normalpun melakukan “penembakan” terhadap diri Vesper:

Vesper, ia memanggil, “Ja ??” “Kau keterlaluan. kau bikin aku merasa seperti gigolo mahal” “Kapan aku diminta untuk mengurusmu, bukan?” “Kasih, segar betul mandi. Kau mau kawin denganku ?” “Kau butuh budak bukan isteri” “Tapi aku mengingi kau”

Apakah diterima, ternyata di tolak oleh nona Vesper, ternyata dikemudian hari diketahui bahwa Vesper adalah seorang agen ganda yang snegaja memperalat Bond

“Kekasihku” kata Bond…Mula-mula Vesper diam sadja, kemudian air matanja mulai menetes dengan deras “Kau sungguh akan menikahiku?” katanja perlahan. Bond mengangguk. “Oh, Tuhanku” kata Vesper, “Tuhan”. Ia membenamkan mukanja ke dada Bond

Tragis, Vesper ditemukan bunuh diri dan menemukan sepucuk surat di pembaringannya:

Bond membuka amplop surat itu dan ia membatja isinja, nafasnja makin menjepat melalui hidungnya. kemudian ia melemparkanja keatas tempat tidurnja seakan-akan surat itu mendjelma mendjadi kaladjengking.

Kekasihku James.

Aku tjinta padamu dan kalau kau membatja surat ini aku harap kau masih mentjintaiku, sebab dengan ini mungkin akan berachirlah tjintamu itu. Maka itu, selamat tinggal kekasih, diwaktu kita saling mentjintai. Selamat Tinggal.

Aku ini agen rahasasia dari MWD. Ja, aku agen rahasia untuk dwi negara, djuga untuk Rusia…Aku tahu bahwa tjinta kita kita akan berachir kalau aku tjeritakan itu semua padamu…Mungkin kau dapat menjelamatkan djiwaku djuga, tetapi aku tak tahan melihat sinar matamu jang kucintai itu.

Selamat Tinggal kekasihku

Bond terdiam sejenak, air matanya telah membasahi dan ia mengusap dirinya…..seorang garang seperti Bond bisa menangis banjir dikarenakan seorang wanita yang begitu dicintainya yang dengan tidak sadar ia turut mengkhianati negaranya. Manusiawi sekali seorang agen rahasia bisa jatuh cinta, karena pada hakikatnya cinta itu adalah suci…tinggal bagaimana kesucian cinta itu dapat kita pertanahnkan dengan cara yang baik. Cinta…oh…cinta, bedanya dengan diri saya dengan Bond adalah kalau Bond ditinggal mati ceweknya, saya ditinggal kawin ceweknya, wat de hel is this ?????

5 thoughts on “Asmara James Bond

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s