Ramadhan Oh Ramadhan

Akhirnya sang bulan yang dinanti umat Islampun datang juga. Ya, Ramadhan, inilah sebuah bulan dimana seluruh umat Islam terlibat aktif melaksanakan ajaran agama dengan penuh keikhlasan dan legowo hati mulai dari yang lanjut usia hingga anak-anak kecilpun ikut “menyemarakan” bulan penuh ampunan ini. Begitu dinantinya sehingga tidak sedikit kucuran air mata menyambut kedatangnnya. Di masjid-masjid suara spiker (kebanyakan merk TOA) saling berlomba untuk menyampaikan pesan-pesan ilahi di bulan yang melebihi seribu bulan ini.

Beduk di tabuh, shalat dimulai. Waktu sahur tiba, kemudian shalat subuh dan tidak terasa waktu berbukapun tiba, ternyata bulan Ramadhan telah datang. Pengalaman di masa kecil penulispun seakan-akan menambah semangat dan motivasi agar bulan ini penuh dengan ketentraman jiwa, Ramadhan merupakan momentum yang cocok untuk melatih jiwa dan raga dan memberikan “stempel” yang mengena di hati. Tak hanya yang dewasa, anak-anakpun dnegan riang gembira menyambut kedatangannya. Mereka ambil bagian dari tiap-tiap waktu dari sahur hingga waktu berbuka, spesialnya ketika shalat tarawih😀. Mereka gembira karena bisa berkumpul, bersenda gurau dengan teman-teman sesamanya di masjid atau mushola. Tarawih saling usil dan “ngerjain” satu sama lain merupakan hal yang lumrah ditunggu oleh mereka, tak heran ketika sholat tarawih diadakan banyak orang dewasa mengibaskan sorban atau sajadahnya untuk menghardik mereka yang sedang melakukan “kudeta” tersebut😀. Tapi anak-anak kecilpun tak peduli agaknya, sebab lolos dari masjid, mereka bisa pindah ke halaman masjid. Hal itu berimbas bahwa shalat tarawih akan kehilangan amunisi semangat dari teriakan “AMIIIIIINNNNN” dengan suara keras dan penuh semangat yang dibuat oleh anak-anak itu yang jujur kita akui atau tolak bahwa merupakan semangat tersendiri dari shalat tarawih ketika Ramadhan (terutama anda yang mengerjakan 23 rakaat, pecutan smenagat bukan dari rasa lelah dan ngantuk😀 .

Saf sholat tarawih juga begitu, seminggu awal jamaah begitu membludak hingga parkiran masjidpun dijadikan lahan sholat karena terbatasnya tempat untuk sholat. Masjidpun terlihat sangat kecil dan sempit pada seminggu awal Ramadhan ini sehingga menimbulkan pemikiran diantara takmir untuk “mengadakan perluasan masjid”. Salah satu penyakit akut dalam “perluasan masjid” ini adalah gampang mencetus ide tanpa kejelasan dana darimana akan mendapatkan modal untuk perluasan masjid sehingga kebanyakan pembangunan menjadi “mangkrak”. Lepas dari seminggu, menginjak minggu kedua, suasana masjid yang tadinya padat merayap sekarangpun menjadi luas. Masjid yang tadinya dipikir sangat kecil dan sempit sehingga tidak mampu menampung jamaah sekarang menjadi sangat turun prosentasenya dibanding minggu pertama, dan “ide” untuk “perluasan” masjid kandas sudah di tengah jalan.

Bulan ramadhan juga merupakan bulan pembelajaran agama yang sangat sistematis, mau bukti? umat Islam pada bulan ini tidak perlu dipaksa untuk mempelajari agama, al quran bahkan fiqih yang pada bulan selain Ramadhan agaknya sedikit “ter…laaa..lu!”. Mereka sadar bahwa bulan ini merupakan bulan yang tidak akan dilewatkan untuk memperbaiki diri dar bulan diluarnya. Mereka yang jarang sholat ataupun sama sekali tidak sholat pasti akan memikirkan ulang dengan kebiasaan buruknya itu, mungkin mereka mendengar ceramah “puasa tanpa sholat gak ada gunanya….atau…puasa gak sholat hanya dapat lapar”.

Nah, dibulan ini juga biasanya orang Islam gemar mempelajari hukum-hukum Islam, mau bukti lagi? coba anda datang ke majelis taklim selama Ramadhan, dan perhatikan sesi tanya jawab, pasti akan timbul pertanyaan “Sikat gigi di siang hari ketika puasa bagaimana hukumnya…atau kumur-kumur ketika siang hari puasa bagaimana hukumnya…atau apakah benar tidurnya orang puasa itu ibadah…atau bagaimanakah puasanya orang yang mimpi basah disiang hari..”  benar kan? puasa menjadi media pembelajaran bagi umat Islam, jarang mereka akan belajar seperti itu selain di bulan yang penuh berkah itu😀 .

Puasa di Indonesiapun sangat khas dan sedikit unik dibanding negara-negara Arab lainnya, salah seorang penulis buku dan sarjana, yaitu Ali Ahmad al Jurjawi ,  sebagaimana dikutip oleh Nurcholish Madjid, pernah melukiskan suasana unik puasa di Indonesia ini sebagai berikut:

pergi ke masjid beramai-ramai di saat tenggelam matahari untuk shalat maghrib dan berbuka puasa, kemudian melakukan shalat Isya dan tarawih diteruskan dengan membaca al Quran setiap malam satu juz sehingga mereka dapat mengkhatamkan Kitab Suci itu pada suatu malam di bulan suci itu. Dan ketika mereka berbuka puasa mereka makan bersama suatu jenis makanan tradisional yang menyerupai tha’miyah (kue)“.

Jujur pandangan ini saya akui, ketika saya menempuh studi di Yordania, bulan puasa disana GARING, tidak seperti di Indonesia yang penuh nuansa keakraban dan kedamaian serta semangat Ramadhan yang begitu menggebu-gebu terlepas dari pendapat Wahabi yang saat ini digembar-gemborkan di Indonesia bahwa ini bid’ahlah itu bid’ahlah, bagi saya ini Indonesia, bukan Arab, umat Islam Indonesia lebih mengetahuinya ketimbang pendapat-pendapat transnasional tersebut (bangga jadi warga Indonesia yang KEINDONESIAAN).

Kesan membekas dalam jiwa ini senantiasa memberikan semangat dalam jiwa sanubari seorang muslim untuk mendalami bulan yang penuh ampunan ini….Marhaban Ya Ramadhan..mohon maaf jika dalam penulisan blog ini ada yang menyinggung pihak-pihak tertentu, agaknya hal tersebut merupakan kebetulan belaka, semoga Allah membuka pintu-pintu surganNya bagi hambaNya yang menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya, Allahumma Aamiin

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA

TTD

Ardi Perdana Isharniansyah


5 thoughts on “Ramadhan Oh Ramadhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s