Ada-ada aja ulah dari si Om yang satu ini, mulai dari nuduh Blogger yang negatif, terus menuduh Blogger sebagai pembobol situs Depkominfo, menuduh Blogger membobol situs partai Golkar, menuduh menghambat akses Internet, dan menuduh Bloger sebagai pengecut, Blogger inilah….Blogger itulah…Blogger ini itulah…..dan bla…bla…blas… Ada-ada aja sih nih si Om, mau tau celetukan si Om terhadap Blogger:
1. Blogger adalah tukang tipu
Kanjeng Mas berkata: Tidak, saya tidak pernah nge-blog dan tidak pernah punya blog karena blog sifatnya hanya tren sesaat… Anggap saja blog seperti orang membuang sampah. Saya capek melayani orang kayak gitu. Itulah yang tidak saya sukai dari blog. Blog tidak bertanggung jawab, bahkan blogger itu tukang tipu (Roy Suryo Mulai Nge-blog? ‘Blogger Tukang Tipu!, DetikNet)
My Comment: Yah urusan ngeblog atau tidak memang hak anda kali, anda ngeblog gak ngeblog Indonesia juga gak akan ada perubahan, tapi kok anda masih bisa mengucapkan blog sebagai trend sesaat ya??????? Ngelindur ya mas???? Blog kok di samakan dengan tempat sampah, kalo pikirannya sudah berorientasi pada tempat sampah ya pastinya pikiran dan tempat sampah tidak jauh berbeda, iya tho….? Tapi dari statemen anda diatas yang tidak bisa saya terima (saya sebagai Blogger sangat…sangat tersingung sekali) mengapa anda bilang Blogger tukang tipu????????? Apa Blogger pernah mengemplang BLBI??????? Stress ya bos????
2. Air Susu di balas air tuba, Blogger bobol situs Depkominfo
Kanjeng Mas berkata: Namun, sekarang air susu dibalas air tuba. Blogger malah menyerang situs Depkominfo sebagai reaksi tidak puasnya mereka terhadap undang-undang informasi dan transaksi elektronik (ITE) yang belum lama ini disahkan DPR(Air Susu di balas Air Tuba, Indocommit.com)
My Comment: Aduh Roy, Blogger mana yang nyerang situs Depkominfo???? Bisa ditunjukin gak orangnya, jangan asal main cocot aja Roy, saya ini juga Blogger, tetapi gak pernah berbuat Vandal seperti yang kamu lakukan pada Komunitas Kampung Gajah, gak salah nuduh nih??????
3. Blogger Hambat Akses Internet
Kanjeng Mas berkata: Coba dilakukan survei kepada masyarakat mengenai peran blogger. Saya bisa pastikan publik sekarang ketakutan buka internet karena sikap sebagian blogger, seperti Enda Nasution yang nyeleneh (Blogger Hambat Mayarakat Akses Internet, Indocommit.com)
My Comment: Ayo, berani gak kamu adain survey terhadap masyarakat melek IT tentang keberadaan Blogger dan Blog mereka, kamu bisa pastikan apa kamu sudah melakukan survey On???, emang Enda pernah ngapain kamu sampai kamu ketakutan sama dia??????
4. Pelakunya Mereka! Tunggu Aksi Saya!
Kanjeng Mas berkata: Kelompok blogger dan hacker yang selalu bertindak negatif adalah pelakunya. Hal ini membuktikan, yang namanya blogger dan hacker Indonesia belum bisa mencerminkan citra positif.. Saya gak mau terpancing, hacker dan blogger gak pernah saya anggap. Paling saya akan ada di belakang Kominfo, tunggu saja action saya.(Tunggu Aksi Saya! DetikNet)
My Comment: Nah, Blogger di bawa-bawa lagi, salah apa Blogger sama kamu Roy, sedemikian kamu benci dengan Blogger, apa gara-gara Blogger itu mem “Free” kan semua artikel, software dan lain-lain sehingga oplah bisnismu bangkrut dan hampir gulung terop?????? Tunggu aksi apa lagi Oy????? Yang membuat Blogger jadi jelek adalah satu orang, yaitu KAMU!!
5. UU ITE Ancam Blogger
Kanjeng Mas berkata: Saya katakan sebenarnya. Serangan yang dilakukan blogger Indonesia yang dipimpin Enda Cs merupakan tindakan bodoh (UU ITE Ancam Blogger, Indocommit.com)
My Comment: Ha…ha…ha…ha……ada-ada aja sih u orang Roy, ada buktinya apa? Kalau gak pencemaran nama baik lho……
6. Data Friendster 68% adalah palsu
Di dalam sebuah pebincangan dengan Wimar Witoelar pada acara perspektif, dalam hubungan via telepon di Metro TV Roy Suryo mengklaim bahwa 68% data Friendster adalah palsu, tanpa analisis dan data akurat, wong Jawa Tengah ini langsung saja memuncratkan omongan tersebut…duh…ada-ada aja….
My Comment dan Perspektif Comment: Nggak tahu kenapa, kalau orang bicara pakai %, orang bisa lebih percaya. Analisa ekonomi yang pakai angka inflasi 13.6%, pelemahan mata uang 1.78%, pengurangan lapangan kerja 3.5% dan peningkatan ekspor 0.07% akan lebih dipercaya daripada ucapan “ekonomi payah nih…”, namanya juga orang kebanyakan pegang laptop, cara berpikirnya juga 68% ngawur….
7. Saya pertimbangkan aktifkan email
Kanjeng Mas berkata: Alamat e-mail <roy_128@yahoo.com> dan <roy.suryo@gmail.com> itu bukan alamat email saya. Alamat saya hanya <roy@indo.net.id> dan <roy@jogja.go.id >, meski saja mungkin akan saya aktifkan kembali alamat yang lama roy@ugm.ac.id . (Pembunuhan Karakter, Sinar Harapan.com)
My Comment: Saya berani taruhan Roy Suryo gak akan bisa aktifkan email UGM dia, berani nerima taruhan saya???????
8. Saya sengaja tidak membuat Blog atau Homepage
Kanjeng Mas berkata:
Selama ini saya selalu menggunakan email roy@indo.net.id (meski dahulu sempat memakai roy@ugm.ac.id dan kini masih dalam proses reaktivasi). Saya sengaja tidak membuat Blog atau homepage pribadi karena memang tidak merasa perlu ikut beberapa model layanan yang mungkin masih dianggap tren bagi seseorang, tetapi sudah dianggap norak oleh masyarakat lainnya.
My Comment: Tren sesaat lagi, tren sesaat lagi, gak ada vocab baru ya Roy…dan saya tunggu kamu aktivasi email UGM kamu……..Norak??? karena memang Roy Suryolah yang paling tidak norak…
9. Saya yakin Blogger dan Hacker akan…
Kanjeng Mas berkata: Saya yakin para blogger dan hacker pasti akan melakukan serangan terhadap sistem itu. Tetapi, kemungkinan ancaman tersebut bukan berarti melemahkan niat pemerintah (Roy Suryo Harus Di Dukung Semua Pihak, Kompas.Com)
My Comment: Saya yakin para pakar telematika gak akan ngawur seperti ndoro mas iki, tersungging saya membacanya, sejak kapan Blogger dibawa-bawa dalam hal ikhwal serang menyerang?. Waduh kalo ada analis seperti ini bisa kacau Indonesia. Jangan kutip deh, daripada salah kutip.
10. Masih kurang juga?????? Kurrrraaanggg ajjjjaaaarrrrrrr….
Fakta tentang Roy Suryo (Milis ID-GMAIL):
Fri, 19 Aug 2005 02:04:01 -0700
Fact sheets about Roy Suryo:
(1). Dia BUKAN dosen UGM, yang benar adalah pengajar tamu di Program D-3 Komunikasi UGM, mengajar fotografi (itu pun saya duga hanya bbrp semester saja, skrg saya cek ke sana sdh tidak dipasang ngajar lagi). Terminologi dosen tamu ini sangat umum di UGM, terutama di program D-3.
(2). Status kepegawaian KRMTRSN adalah PND/dosen di Institut Seni Indonesia Jurusan Seni Media Rekam, para koleganya di sana sudah menganggap dia “tidak ada” karena dia sangat tidak aktif di ISI. Bahkan dalam banyak publikasi ia seakan-akan “menyembunyikan” statusnya sebagai dosen ISI.
(3). Ia sempat sekolah di Program S-2 Fakultas Kedokteran UGM (kalau tidak salah program … Promosi Kesehatan). Tidak pernah menyelesaikan studi S-2 ini. Ia masuk ke S-2 FK UGM hanya gara-gara sang ayah yang dosen di FK UGM. Tidak lebih.
(4). Sewaktu orang rame-ramenya menyoal masalah Y2K dulu, ia diminta oleh Bank BPD DIY untuk membenahi TI di sana, hasilnya nol-besar. Ternyata ia hanya bisa berkomentar di media, tetapi ketika diminta untuk terjun langsung secara praktek di lapangan hasilnya nol besar.
(5). Bila sedang menjadi pembicara seminar, dia paling sering minta soft copy kepada pembicara lain, hingga suatu saat dia mencomotnya untuk “dijual” ke seminar yang lain. Untuk itu, kepada para pakar yang kebetulan satu sesi dengan dia, jangan sekali-sekali memberikan soft copy materi presentasi Anda kepada dia, kalau tidak mau kecolongan.
(6). Di komunitas fotografer amatir Jogja (HISFA) ia sudah tidak dianggap lagi, bahkan sudah terlalu sering diumpat para anggotanya hanya gara-gara ucapannya di media yang sering kebablasan.
(7). Teman-teman sering menggunjingkan dia sebagai orang yang “menyibukkan diri”, ia orang yang sangat hiperaktif mengirim press release, maklumlah karena tidak ada kesibukan lain. Katanya: bagi Roy membuat press release yang sensasional lebih mudah daripada membuat anak, hehehehe. Ia sudah menikah hampir 10 tahun, belum punya anak juga, hehehehe. 1. Selama ini ia selalu bilang “sedang dalam proses mengaktifkan kembali account email [EMAIL PROTECTED]“. Saya berani taruhan, sampai kapan pun account email itu tidak pernah bisa aktif lagi. Kira2 tahun 1991-an, Tim IT PAU UGM membangun PUSKOM UGM. Waktu itu orang yang melek internet masih sangat terbatas, maka dicarilah mahasiswa atau alumni yang punya perhatian besar memajukan internet di UGM (saya ingat persis waktu itu masih era Trumpet Winshock, dan software2 kuno yang lain). Salah satu yang diundang adalah KRMTRS itu. Waktu itu para aktivis diberikan account email dengan domain ugm.ac.id. Nah, karena itu orang yang memiliki account ugm.ac.id tidak identik dengan “orang dalam” di UGM. Siapapun (asal aktivis) waktu itu bisa dibikinkan. Beberapa waktu kemudian, setelah Puskom UGM dikepalai oleh Dr. Ahmad Djunaidi, beliau mengambil kebijakan bahwa hanya “orang dalam” saja yang berhak menggunakan email ugm.ac.id., selain itu, bagi orang yang unit kerjanya di ugm sudah punya sub domain, maka account harus menyesuaikan. Akibat dari policy ini sangat jelas, bahwa orang-orang di luar UGM tidak lagi diperbolehkan menggunakan alamat email UGM, terang saja pembersihan inilah yang menggusur KRMTRS dari accountugm.ac.id. Kata PakDjunaidi, selama itu sudah diindikasikan penggunaan email UGM yang tidak tepat, di mana banyak terjadi penyalahgunaan,